Seperti yang sering gw bahas di tulisan-tulisan sebelumnya, bahwa foto yang kalian upload ke sebuah microstock agensi itu boleh di jual ke agensi yang lainnya, asalkan status foto atau status kontributornya non eksklusif.
Misal foto yang kalian upload ke shutterstock boleh juga kalian upload ke Adobe stock, ke Istock, dreamstime, EyeEm dan agensi yang lainnya. Makanya gw selalu dorong buat temen-temen kontributor yang baru, buat jual foto kalian ke banyak agensi sekaligus.
Tapi buat kalian yang mungkin punya waktu terbatas atau pengennya fokus jualan di satu agensi dulu, gw akan coba kasih sedikit insight dengan membandingkan 2 microstock agensi, yaitu Shutterstock dan Adobe stock.
Kita akan bahas kelebihan dan kekurangan di masing-masing agensi tersebut. Oke gw coba mulai dari sejarah pendirian 2 raksasa microstock agensi ini dan seberapa besar marketnya ya, anggaplah info ini buat menambah pengetahuan kalian tentang microstock secara umum.
Tapi sebelum itu, buat kalian yang mau membeli ebook microstock vol.1 bisa klik link berikut ini: https://lynk.id/fajrulisme/M9b6Zea
Kita mulai dari Shutterstock
Shutterstock dirikan oleh Jon Oringer pada tahun 2003, Shutterstock saat ini berkantor pusat di Empire State Building, New York, Amerika serikat. Shutterstock mengklaim sudah membayar Contributor nya lebih dari 1 miliar dolar Amerika selama 15 tahun ke belakang, kalian konversi sendiri aja ke rupiah ya. Terus dia juga mengklaim saat ini ada sekitar 485juta aset digital di librarynya mereka.
Nah menariknya shutterstock ini juga menjadi salah satu microstock agensi yang cukup banyak mengakuisisi perusahaan sejenis, klo gw baca di Wikipedia ada 10 perusahaan di bawah shutterstock saat ini, termasuk juga pon5 dan offset.
Nah dari sini kita bisa bayangkan, seberapa besar Market yang mereka punya.
Sekarang kita pindah ke Adobestock, kalau dilihat dari tahun berdiri nya, Adobe stock itu termasuk yang masih muda, dia terbentuk dari hasil akuisisi microstock agensi yang bernama fotolia di tahun 2014.
Kalau induk perusahaan nya sih dia udah lama banget, Adobe.Inc itu berdiri di tahun 1982. Kantor pusatnya saat ini ada di San jose, California, Amerika Serikat. Klo ngelihat market nya sih ga usah ditanya, karena dia anak perusahaan Adobe dan kita semua tahu klo Adobe itu perusahaan yang memproduksi software Creative yang usernya ada di seluruh dunia. Jadi market mereka sebenernya malah lebih tertarget ke orang yang memang membutuhkan stock foto atau juga video footage. Dan di beberapa software Creative mereka juga sudah terintegrasi dengan stock foto dan footage yang kita jual.
Cuma ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari 2 agensi ini yang menurut gw perlu kalian ketahui.
Gimana udah siap Nyimak? Let’s go kita bahas aja ya
CONTRIBUTOR APPS
OK kita mulai dari Aplikasi Kontributor nya:
Saat ini hampir semua orang punya yang namanya smartphone, mulai dari yang entri level, sampai yang flagship, mulai dari yang kameranya burik, sampe yang kamera nya kayak kamera DSLR. Dan aplikasi smartphone untuk jualan foto di internet menjadi salah satu yang akan memudahkan kita untuk mendaftar dan menjual foto yang kita punya.
Sayang nya, Adobestock tidak menyediakan aplikasi smartphone untuk kontributornya, jadi klo kalian mau jualan foto di Adobe stock, kalian harus mendaftar dan mengupload fotonya melalui website mereka di Contributor.stock.Adobe.com catat alamatnya ya, jangan sampe salah.
Berbeda dengan Adobe stock, shutterstock menyediakan kemudahan untuk para kontributornya diseluruh dunia untuk menjual foto mereka melalui aplikasi smartphone yang bisa kalian unduh di app Store atau di playstore secara gratis. Nama aplikasi nya adalah shutterstock Contributor, ingat ikon nya warna putih, bukan yang warna merah, klo yang merah itu untuk pembelian.
Kemudian selain kalian bisa mendaftar dan menjual foto nya melalui aplikasi smartphone, kalian bisa juga menggunakan website mereka untuk menjual foto nya, alamatnya adalah submit.shutterstock.com
Nah dari fakta ini, kalian bisa menyimpulkan agensi mana yang lebih mudah untuk mendaftar dan menjual fotonya ke internet.
ROYALTI FEE
Sekarang kita pindah ke variasi Royalti atau uang yang akan kita dapatkan dari hasil penjualan foto nya.
Di Adobe stock, dia memberikan kita flat royalti di angka 33%, hitungan gampang nya, klo semisal foto kalian laku 100 dolar di Adobe stock, maka kalian akan mendapatkan royalti dari hasil penjualan foto nya sebesar 33 dolar.
Kalau di shutterstock, dia pakai sistem leveling, dari 15%-40% tergantung berapa banyak foto kalian terjual dalam satu tahun, klo kalian lihat tabel nya di layar, ini level 1 dia dapatnya 15% setelah berhasil menjual foto antara 1-100 foto, begitu foto ke 101 yang laku, level nya naik jadi level 2 dengan royalti 20% dan begitu seterusnya. Dan level ini bakal di reset kembali ke awal di tanggal 1 Januari di tahun berikutnya.
Memang klo kita lihat dari jenjang royalti, di shutterstock terlihat lebih menarik, cuma buat kontributor baru yang portofolio nya masih sedikit, sulit banget untuk mengejar ke level 2, 3 atau bahkan ke level 6. Yang artinya kalian akan lebih sering dapet royalti terendah di level 1, yaitu 10 sen atau 0.10 dolar.
Nah kalau di Adobe stock, walaupun royalti yang digunakan flat di 33%, sepengalaman gw selama ini, harga yang gw dapet cukup bervariasi dan relatif lebih gede dari yang gw dapet di shutterstock, umumnya berkisar antara 0.33 dolar hingga sering juga gw dapet yang 1 dolar lebih.
MINIMUM PAYOUT
Kemudian untuk minimal uang yang bisa dicairkan antara shutterstock dan adobestok saat ini sama, klo hasil penjualan foto kalian mencapai minimal 25 dolar, baru bisa ditarik ke akun Paypal, Payoneer atau akun skrill kalian. Hanya berbeda di proses gajian nya aja, untuk shutterstock uang nya akan otomatis ditransfer di akhir bulan ketika sudah mencapai minimal 25 dolar, tapi klo adobestock, kapan pun bisa kalian tarik asal sudah mencapai minimal 25 dolar.
SELLING AI IMAGES
Terakhir dari kebijakan mereka yang membolehkan atau tidak membolehkan berjualan foto AI ke platform nya mereka.
Shutterstock sampai Saat ini masih belum memperbolehkan kontributor nya untuk menjual foto hasil generate AI ke platform nya mereka, padahal klo kalian buka website nya shutterstock.com buyer atau konsumen itu bisa membeli foto AI di website tersebut. Hal ini karena shutterstock punya Tools untuk menggenerate foto AI di website mereka sendiri. Informasi terakhir hasil dari gw ngobrol sama CEO nya Riz visual, ini Official partner nya shutterstock di indonesia, mas Daniel riswandi, dia bilang kebijakan shutterstock ini dilakukan untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada konsumen mereka terhadap isu hak cipta yang saat ini masih abu-abu di dunia AI generative content.
Klo AI hasil generate nya dari midjourney, Leonardo, dan AI generator yang lainnya, kan data Learningnya bisa dibilang tidak semua nya didapatkan secara legal. Tapi klo AI generator nya shutterstock, data learningnya diambil dari foto-foto yang ada di library nya mereka, which is itu foto-foto kita para kontributor dan kita sudah menyetujui penggunaan nya dengan mengaktifkan opsi data licensing di akun kontributor kita dan itu juga ada hitung-hitungan uangnya, ya walaupun memang ngga gede.
Jadi kayaknya memang ke depannya shutterstock tidak akan mengizinkan kontributor nya untuk jualan Foto AI di platform nya mereka dan gw berpesan buat kalian semua para kontributor shutterstock di indonesia, jangan coba-coba upload foto AI di shutterstock ya, karena itu ilegal dan salah satu efek nya juga seringkali shutterstock salah ngebaca, kita upload nya bukan foto AI, sama shutterstock malah dinilai foto hasil generate AI. Jadi foto nya ditolak.
Kebalikannya dengan shutterstock, Adobe stock membolehkan kontributor nya untuk menjual foto AI di platform nya, baik itu yang di generate menggunakan Adobe firefly, maupun menggunakan midjourney dan yang lainnya, yang penting klo kalian mau generate foto AI dan menjual nya ke adobestock, pastikan dulu AI generator nya mengizinkan untuk menjual hasil generate AI ya, karena ada juga AI generator yang sampai saat ini tidak mengizinkan hasil generate AI nya di komersialkan, salah satunya adalah Bing AI yang dibuat oleh Microsoft.
Kalau kalian tertarik mau belajar jualan foto AI, silahkan tulis di kolom komentar ya, biar nanti gw bahas juga gimana cara generate foto AI dan gimana cara menjual foto AI di adobestock
OK, kayaknya udah cukup lengkap informasi nya, gw serahkan ke kalian sendiri untuk menyimpulkan mending jualan dimana, apakah di shutterstock atau di adobestock? Dan seperti biasa, klo masih ada yg mau ditanyakan, silahkan tulis di kolom komentar





Terima kasih Bang atas informasinya.
Sebenernya banyak pertanyaan pertanyaan yang ada di kepala saya, saking banyaknya saya sampai bingung mau menanyakan apa…. Hehehe… Just reading then practicing…