Cara Menjual Foto Wajah Manusia Tanpa Model Rilis di Shutterstock

Banyak yang tanya ke gw, apakah bisa menjual foto di internet, yang foto nya foto random orang di jalan atau di pasar? tanpa membuat model rilisnya atau surat izin nya? trus klo boleh, gimana caranya?

Oke di artikel kali ini kita akan bahas tuntas bagaimana cara menjual foto yang ada objek manusia nya atau wajah orang nya tanpa membuatkan model rilis atau surat izin nya.

Tapi sebelum itu, buat kalian yang mau membeli ebook microstock vol.1 bisa klik link berikut ini: https://lynk.id/fajrulisme/M9b6Zea

Kamera HP makin kesini makin canggih, hobi motret pun makin kesini makin bisa dinikmati oleh siapa aja, tanpa terkecuali para pemilik HP. dan sering nya kita sengaja atau tanpa sengaja motret objek-objek yang ada modelnya atau objek manusia nya, dan buat kalian ketahui, foto yang ada objek manusia nya atau model nya itu, butuh yang namanya surat izin atau istilahnya adalah model rilis, klo foto nya mau dijual ke internet.

Buat yang belum tahu juga, model rilis adalah selembar dokumen yang di tanda tangani oleh, 1 orang fotografer, 1 orang model dan 1 orang saksi yang menyaksikan penanda tanganan dokumen tersebut. model rilis ini berisi izin dari si model kepada fotografer untuk menjual foto yang memuat dirinya.

Nah, banyak temen-temen pemula yang masih bingung, apakah foto orang random di jalan atau dipasar bisa kita jual di internet? kan ngga mungkin kita buatkan model rilisnya, pasti ribet banget minta izin nya.

Jawabannya adalah BISA, kalian tetap bisa menjual foto yang ada objek manusia nya, walaupun tidak bisa membuatkan model rilisnya, di video ini gw akan sharing 2 cara, 2 solusi agar foto nya tetap bisa dijual ke internet.

Cara yang pertama adalah dengan memasukan foto tersebut ke kategori EDITORIAL FOTO.

Nah buat kalian yang belum tahu, di internet atau khusus nya di shutterstock itu, ketika kalian mau melakukan submit foto, ada 4 kategori, atau 4 jenis foto yang harus kalian pilih. ada foto komersial, foto editorial, ilustrasi dan mature content.

Nah karena ini adalah materi basic jualan foto di internet, kalian harus fahami materi ini di awal.

Ok kita akan bahas satu-satu ya, dan ini butuh konsentrasi biar faham betul perbedaan dari ke 4 jenis foto nya.

Kita mulai dari foto komersial. untuk memudahkan kalian memahami foto komersial itu seperti apa. pertama-tama kita set dulu dipikiran kita, bahwa semua foto adalah foto komersial. kecuali,

Pertama, foto nya ada objek manusia atau modelnya dan kalian tidak punya atau tidak bisa membuat model rilisnya (maka jenis foto ini bukan foto komersial tapi foto editorial) Jadi klo objek foto nya cuma batu, pohon, buah, sayur, hewan, dan lainnya selain objek manusia, itu masuknya ke foto komersial tanpa kalian harus membuatkan dokumen rilisnya.

Foto yang ada objek manusia atau model nya, hanya bisa masuk ke jenis foto komersial, jika ada model rilisnya aja. klo ngga ada model rilisnya, ga bisa dimasukan ke foto komersial. kenapa ga bisa? karena penggunaan foto komersial itu umumnya digunakan untuk kebutuhan komersial, jadi buyer ingin memastikan keamanan penggunakan foto tersebut dari tuntutan dikemudikan hari, biar nanti ga bakalan ada yg protes klo foto nya tiba-tiba muncul di billboard gede di pinggir jalan, kira-kira seperti itu.

Kedua, foto nya ada objek properti pribadi nya atau karya seni di dalam nya dan kalian tidak bisa membuatkan properti rilisnya (maka jenis foto ini bukan foto komersial juga, foto ini bisa masuk ke foto editorial). Untuk jenis properti yg gw maksud, kalian bisa baca di sini:

Property rilis shutterstock

Dan sama juga seperti poin yang pertama. klo semisal fotonya ada objek lukisan atau frame foto dan kalian bisa membuatkan properti rilisnya, maka foto tersebut bisa kalian masukan ke jenis foto komersial.

Oh iya, klo model rilis kan yang tanda tangan model nya, nah klo properti rilis itu yang tanda tangan pemilik properti nya.

Oke kita lanjut ke poin yang ketiga, di foto nya ada logo sebuah perusahaan atau brand dan kalian tidak bisa menghapus logo tersebut (maka jenis foto ini bukan foto komersial juga).

Nah, yang 3 jenis barusan itu, masuk nya ke foto editorial. jadi foto editorial adalah foto yang di dalam nya ada objek manusia nya, atau objek properti pribadi atau karya seni nya atau logo sebuah brand atau perusahaan nya dan kalian tidak bisa membuat dokumen rilisnya atau menghapus logo nya.

Oke kita lanjut ke ilustrasi, untuk jenis ilustrasi ini adalah, desain vector atau desain grafis, jadi misal kalian mau upload gambar background atau abstrak background, ini masuk nya ke ilustrasi. atau jual file desain grafis, atau logo, masuk nya juga ke ilustrasi.

Dan yang terakhir adalah mature content, ini adalah konten atau foto-foto yang bersifat dewasa, foto-foto seksi, trus foto hewan lagi kawin, (maaf) yang alat kelamin nya sampe kelihatan juga termasuk ke jenis mature content.

Klo kalian masih ada yg bingung dari penjelasan 4 jenis foto ini, coba komen ya, kurang jelasnya dimana?

Trus lanjut ke solusi nya, apa yang harus dilakukan ketika kita mau menjual foto yang ada objek manusia atau model nya, tapi kita ngga punya model rilisnya?

Solusi pertama: sebenernya jawabannya ada di penjelasan 4 jenis konten tadi ya. foto manusia yang ga ada model rilisnya, bisa kalian masukan ke jenis foto editorial. caranya

Pertama, ketika foto nya mau kalian submit ke shutterstock, kalian harus menuliskan deskripsi fotonya menggunakan format deskripsi foto editorial.

Bagaimana format deskripsi foto editorial? pertama kalian harus menyebutkan nama kota dan negara tempat foto tersebut di ambil, trus tuliskan juga waktu foto tersebut diambil dan kasih keterangan atau penjelasan, foto itu berisi kejadian apa? kalian bisa memasukan unsur 5W 1H di penjelasan foto nya. 5W1H itu adalah What, where, when, who, why dan how (apa, dimana, kapan, siapa dan mengapa) ini ga harus 5-5 nya ada tapi paling mudah kalian masukan beberapa unsur 5W1H di keterangan foto nya.

misal, kita pakai foto ini.

 

Surakarta, Indonesia – November 23, 2023: Seorang penumpang terlihat sedang berjalan menuju pesawat yang akan terbang di bandara Internasional Adi Soemarmo, Surakarta, Indonesia pada 23 November 2023.

Klo kalian jago bahasa inggris, keterangan foto nya langsung aja pakai bahasa inggris, tapi klo ga bisa bahasa inggris, kalian tulis dalam bahasa indonesia dulu, trus kalian translate pakai google translate aja.

Oke gw kasih 1 contoh lagi, ini foto yang ngga ada objek manusianya tapi ada logo perusahaannya. foto logo Mc Donald.

Tangerang Selatan, Indonesia – February 28, 2024: Logo restoran cepat saji mc donald terlihat melalui jendela rumah di tangerang selatan, indonesia pada 28 februari 2024. (kalian juga bisa tambahkan keterangan yang relate dengan foto tersebut) misal, kita kasih penjelasan:

McDonald merupakan salah satu perusahaan yang terkena gerakan boikot akibat mendukung genosida yang dilakukan oleh israel terhadap rakyat palestina.

Kira-kira seperti itu format deskripsi untuk foto editorial.

Pengaturan Editorial di aplikasi Shutterstock Contributor saat upload foto

Kemudian kalian juga harus ceklis pilihan Editorial di bagian additional info ketika akan mensubmit foto nya ke aplikasi shutterstock kontributor. dan terakhir, tinggal kalian klik tombol submit aja dan biarkan shutterstock yang akan menilai, apakah foto nya layak buat dijual atau tidak.

 

Solusi kedua; jika kalian punya foto yang ada objek manusia nya tapi ngga punya model rilisnya dan kalian ngotot pengen masukin foto itu ke kategori komersial.

Ini sedikit trik dari gw, caranya adalah kalian bisa blur fotonya atau bikin foto nya menjadi misfokus.

Buat trik ini, kalian harus menggunakan aplikasi editing foto, klo pakai HP, kalian bisa menggunakan aplikasi snapseed. aplikasi ini gratis dan bisa kalian download di app store atau di playstore.

Untuk tutorial editing ini silahkan kalian kalian tonton video berikut ini:

 

 

Nah, ketika foto nya sudah berubah visual nya, dan objek manusianya sudah tidak bisa dikenali, maka foto ini bisa dimasukan ke jenis foto komersial, cuma ada 1 trik lagi. ketika membuat deskripsi foto nya, kalian harus memasukan kata, defocused atau blurred.

Misal, defocused of train passenger seen at tanah abang stasion, jakarta, indonesia.

Oke gini aja cukup. trus untuk jenis konten, karna foto ini masuk nya ke komersial foto, maka kalian tidak perlu ceklis apa-apa di bagian additional info nya, karna dia defaultnya sudah komersial foto. dan terakhir kalian klik tombol submit dan semoga foto ini approved dan laku mahal ya.

Oke kira-kira seperti itu 2 solusi yang bisa gw bagikan ke kalian, jika kalian punya banyak foto-foto hasil hunting street atau sering iseng motret di pasar, kalian bisa pakai 2 cara yang tadi.

Dan seperti biasa, klo ada yg mau kalian tanyakan lagi, silahkan tulis dikolom komentar, klo mau request dibuatin artikel apa buat selanjutnya juga silahkan tulis juga dikolom komentar.

Baca juga:

Di ebook Microstock Vol. 2, kalian bakal belajar:
  • ✅ Cara pilih keyword biar foto ketemu pembeli
  • ✅ Tema foto yang laris di Shutterstock
  • ✅ 18 kesalahan yang bikin foto ditolak, plus solusinya
  • ✅ Cara narik uang hasil jualan foto
Ditulis dari pengalaman 10 tahun lebih gw jualan foto di internet. 👉 https://lynk.id/fajrulisme/xxr5R0A Ebook Belajar Jualan Foto di Internet karya Fajrul Islam

2 pemikiran pada “Cara Menjual Foto Wajah Manusia Tanpa Model Rilis di Shutterstock”

  1. Salam Bang, mau bertanya
    Kemarin saya iseng2 foto dari belakang orang mancing di pinggir pantai, wajahnya ndak kelihatan, dan karena pakai Hoodie polos jadi kemungkinan ndak gampang dikenali, kira2 bisa masuk komersial tanpa model rilis tidak bang?

    Terima kasih

    Reply

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses