Kalian pasti udah familiar dengan dua raksasa di dunia microstock, yaitu Shutterstock dan iStock. Keduanya adalah platform populer bagi para fotografer dan videografer yang ingin menjual karya mereka secara online. Tapi, mana yang lebih unggul dalam hal peluang, keuntungan, dan fitur? Di artikel ini, kita bakal ngebahas perbandingan antara Shutterstock dan iStock untuk membantu kalian menentukan platform mana yang paling cocok untuk kebutuhan kalian.
1. Pendaftaran dan Proses Akun
- Shutterstock: Proses pendaftaran di Shutterstock cukup sederhana. Kalian bisa mendaftar sebagai kontributor secara gratis melalui situs web mereka di submit.shutterstock.com atau melalui aplikasi smartphone shutterstock contributor. Setelah mendaftar, jika kalian mendapatkan trouble bisa membaca artikel ini “Kesulitan Verifikasi Akun di Shutterstock? Ini Cara Mengatasinya!“. Kalau sudah disetujui, kalian bisa mulai mengupload foto dan video ke platform tersebut.
- iStock: Pendaftaran di iStock juga gratis, namun mereka memiliki proses seleksi yang lebih ketat dibandingkan Shutterstock. Kalian harus mengirimkan beberapa contoh karya berkualitas tinggi untuk penilaian 3-6 foto/ilustrasi/video. iStock biasanya memilih kontributor yang sudah berpengalaman dan memiliki portofolio yang solid. Untuk mendaftar kalian wajib menggunakan aplikasi smartphone mereka, namanya Contributor by Getty Images.
2. Komisi dan Pembayaran
- Shutterstock: Shutterstock menawarkan struktur komisi berbasis tier. Semakin banyak foto yang kalian jual, semakin tinggi persentase komisi yang kalian dapatkan. Komisi awal biasanya sekitar 15% hingga 40% per penjualan, tergantung pada tingkat kontribusi kalian dan apakah pembeli menggunakan langganan atau membeli secara on-demand. Semakin banyak foto kalian terjual dalam satu tahun, semakin besar prosentase royalti ratenya.
- iStock: iStock menggunakan sistem komisi berbasis lisensi. Kalian bisa mendapatkan komisi antara 15% hingga 45% per penjualan, tergantung pada tipe lisensi yang dipilih oleh pembeli dan apakah kalian eksklusif atau non-eksklusif. Eksklusivitas biasanya menawarkan komisi lebih tinggi. Pada istock juga mempunya aturan yang sama, semakin banyak foto kalian terjual dalam satu tahun, semakin besar prosentase royalti ratenya.
3. Persyaratan dan Kualitas
- Shutterstock: Shutterstock memiliki persyaratan kualitas yang cukup ketat, termasuk resolusi minimum, format file, dan teknik pengambilan gambar. Kalian perlu memastikan foto dan video kalian memenuhi standar teknis mereka, seperti tidak ada noise, fokus yang tajam, dan pencahayaan yang baik.
- iStock: iStock juga memiliki standar kualitas yang tinggi, tetapi mereka lebih selektif dalam hal estetika dan komposisi. Mereka mengutamakan karya-karya yang menunjukkan kreativitas dan originalitas, sehingga proses seleksi bisa lebih menantang.
4. Pasar dan Visibilitas
- Shutterstock: Shutterstock memiliki salah satu koleksi terbesar di industri dan jangkauan pasar yang luas. Platform ini juga menawarkan berbagai fitur pencarian dan filter untuk memudahkan pembeli menemukan foto dan video yang mereka butuhkan.
- iStock: iStock adalah bagian dari Getty Images, yang memberikan keunggulan dalam hal visibilitas dan reputasi. Meskipun koleksinya mungkin tidak sebesar Shutterstock, iStock sering digunakan oleh perusahaan besar dan agensi kreatif yang mencari konten berkualitas tinggi.
5. Jenis Lisensi
- Shutterstock: Shutterstock menawarkan beberapa jenis lisensi, termasuk lisensi standar dan lisensi enhanced. Lisensi enhanced memungkinkan pembeli menggunakan konten untuk tujuan yang lebih luas atau dalam konteks komersial yang lebih besar.
- iStock: iStock juga menawarkan berbagai jenis lisensi, termasuk lisensi royalti-free dan lisensi editorial. Lisensi editorial biasanya digunakan untuk konten yang berhubungan dengan berita atau peristiwa terkini.
6. Alat dan Fitur
- Shutterstock: Shutterstock menyediakan berbagai alat dan fitur untuk kontributor, termasuk analitik penjualan, pelaporan performa, dan tips tentang bagaimana meningkatkan penjualan. Mereka juga memiliki aplikasi seluler yang memudahkan kalian untuk mengupload dan mengelola konten dari perangkat mobile.
- iStock: iStock menawarkan fitur-fitur serupa, dengan fokus tambahan pada alat bantu kreatif dan pelatihan. Kalian bisa mengakses tips dan tutorial yang membantu dalam meningkatkan keterampilan fotografi dan videografi.
7. Dukungan dan Komunitas
- Shutterstock: Shutterstock memiliki dukungan kontributor yang responsif dan forum komunitas yang aktif. Kalian bisa bertanya dan berdiskusi dengan kontributor lain tentang berbagai topik seputar microstock. Untuk komunitas di facebook banyak sekali yang bisa kalian ikuti.
- iStock: iStock juga menyediakan dukungan kontributor yang baik dan forum komunitas. Mereka sering mengadakan webinar dan acara pelatihan untuk membantu kontributor berkembang dan meningkatkan hasil penjualan mereka.
8. Keuntungan dan Kekurangan
- Shutterstock:
- Keuntungan: Jangkauan pasar yang luas, komisi berbasis tier, berbagai fitur pencarian untuk pembeli.
- Kekurangan: Persaingan yang sangat ketat, proses seleksi yang bisa memakan waktu.
- iStock:
- Keuntungan: Reputasi tinggi, kesempatan untuk menjangkau klien besar, sistem komisi yang bisa lebih menguntungkan untuk kontributor eksklusif.
- Kekurangan: Proses seleksi lebih ketat, koleksi mungkin tidak sebesar Shutterstock.
Kesimpulan
Baik Shutterstock maupun iStock memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan terbaik untuk kalian tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi kalian. Jika kalian mencari platform dengan jangkauan pasar yang luas dan berbagai fitur, Shutterstock mungkin lebih cocok. Namun, jika kalian ingin menjangkau klien besar dan memiliki portofolio yang sangat kreatif, iStock bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.




