Beberapa hari lalu gw sempet nanya di IG story tentang alasan penolakan di Shutterstock yang isinya Content does not meet our minimum quality standards. dan yang nge DM, hampir ribuan orang dengan permasalahan yang sama.
Sebagian isi DM nya udah sempet gw jawab dan setelah gw pelajari ada beberapa poin yang temen-temen kayaknya masih belum faham. Nah di artikel kali ini, kita akan bahas tuntas permasalahan itu semua, jadi klo kalian ga mau ditolak dengan alasan yang sama, bisa baca artikel ini sampai selesai.
Di salah satu video youtube gw yang membahas tentang data licensing, gw pernah bilang kalau ke depannya, setelah shutterstock membuka program penjualan data set atau data licensing, tidak akan ada lagi penolakan foto kecuali yang disebabkan masalah copyright.
Tapi ternyata kebijakan itu sepertinya berubah, beberapa bulan kebelakang ternyata muncul banyak penolakan karena Quality standard, klo dulu walaupun fotonya jelek, akan tetap diterima tapi masuknya ke data licensing, nah klo sekarang foto yang jelek, bakal ditolak.
Ok pertama kita identifikasi dulu masalahnya, dari ratusan DM instagram yang udah gw jawab, gw menyimpulkan penyebab dari foto-foto kalian yang ditolak karena quality standar adalah
yang pertama; karena NOISE. apa sih noise itu? Noise adalah bintik-bintik warna pada foto yang muncul karena penggunakan angka ISO yang terlalu tinggi. apa itu ISO? ISO adalah tingkat sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya.
Semakin rendah angka ISO, maka hasil foto akan semakin gelap, sebaliknya kalau angka ISO semakin tinggi, maka semakin terang foto yang dihasilkan. Nah Noise akan muncul ketika kita menggunakan ISO dengan angka tinggi. semakin tinggi angka ISO, maka semakin turun kualitas gambar yang kita hasilkan.
Ini penjelasannya mungkin terkesan agak belibet, tapi menurut gw ini penjelasan yang paling simple, klo kalian masih belum nangkep, coba video-nya diulang-ulang aja ya.
Ok kita lanjut, sialnya kita para pengguna kamera HP, yang kalau motret ngga pakai settingan mode pakar atau mode manual. angka iso nya akan diatur secara otomatis, menyesuaikan cahaya disekitar, ketika kita motret di tempat yang cahaya-nya temaram atau redup, si kamera HP ini ngide sendiri, dia naikin angka ISO nya supaya hasil fotonya terang.
Trus gimana solusinya? pertama, ketika kalian motret pakai kamera HP, hindari motret di dalam ruangan yang cahaya-nya redup yang cuma pakai lampu ruangan aja. atau nekat motret pakai kamera HP malem2 di luar ruangan, itu pasti muncul noise di fotonya. Klo misalnya kalian mau motret objek di dalam ruangan, sebaiknya pakai lampu tambahan.
Solusi yang kedua, pakai mode pakar, model manual atau mode pro di aplikasi kamera HPnya. trus atur angka ISO nya maksimal di 400 dan sesuaikan angka shutter speednya, untuk memahami pengaturan ini lebih detail, kalian harus belajar tentang segitiga exposure, itu nanti aja ya kita bahas, karena bakal panjang banget.
Ok kita lanjut ke penyebab yang kedua, karena Compression Artifacts, ketika sebuah foto disimpan dalam format JPEG, maka foto tersebut mengalami kompresi dan salah satu efek kompresi itu adalah adanya artifak pada foto tersebut.
Untuk solusinya agak tricky sebenernya, kita akan menggunakan aplikasi editing foto, yaitu photoshop. Untuk tutorial lengkapnya bisa kalian tonton pada video di bawah ini:
Nah, kalau kalian terkendala juga dengan kemampuan editing fotonya atau kalian tidak punya komputer atau laptop untuk editing foto yang ditolak karena kompresion artefak, solusinya gampang banget, kalian lupakan foto yang ditolak karena alasan itu dan segera move on, upload foto lain yang lebih bagus ke shutterstock, sebanyak-banyaknya.
Jadi jangan terlalu fokus juga pada foto yang ditolak, klo ditolak dan ribet banget buat revisinya, yawdah tinggal aja.
Selain itu ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan ketika memotret sebuah objek untuk dijual hasil fotonya:
Pertama, (ini khusus para pengguna kamera HP) jangan pernah melakukan zooming ketika memotret, karena mekanisme zoom di kamera HP itu berbeda dengan zoom pada kamera dslr atau mirorles, klo di HP itu sebenernya bukan di zoom tapi di crop fotonya, jadi secara kualitas pasti akan turun.
kalau objeknya kurang deket, ya kalian yang mendekat, kalau tidak mungkin mendekat, ya cari objek lain, ga usah maksa.
Kemudian perhatikan jarak fokus pada kamera HPnya, klo gw perhatiin, tiap brand HP itu punya jarak fokus kamera yang berbeda-beda, kalian harus cobain, harus explor, harus cari tahu, jarak fokus kamera hp kalian itu seberapa jauh dan seberapa dekat. termasuk kalian cari tahu penggunaan mode-mode di kamera HP nya, karena biasanya mode atau lensa, seperti mode portrait, food, macro, wide dan lain sebagainya, punya ukuran atau resolusi yang lebih kecil dibanding mode atau lensa utama.
Ingat, lebih baik foto itu sempurna dari hasil proses motretnya, ketimbang dia disempurnakan karena hasil editing foto. jadi buat kalian yang saat ini merasa minim skill fotografi nya atau bahkan sama sekali belum belajar ilmu fotografinya, wajib banget buat mulai belajar fotografi sekarang juga.
1 September 2024 kemarin gw bikin webinar basic microstock photography via zoom dan buat kalian yang mau nonton rekamannya bisa cek link nya di sini : lynk.id/fajrulisme






Kalau menurut saya:
-Color banding issue
-Resolusi HD – No Crop Video (third/quarter resolusi)
-Pelanggaran hak cipta – posting ulang video orang lain
– terlalu banyak value noise ,blur efek – HUE & saturasi (pengurangan intensitas) pada BG